Sekda Konawe Dorong Data Akurat untuk Kebijakan Tepat Sasaran
KONAWE — Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Ferdinand, S.P., M.H. mewakili Bupati Konawe membuka peluncuran Expose Data Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik) secara resmi.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kelurahan Wawotobi, Kecamatan Wawotobi, Rabu (19/8/2026).
Program Desa Cantik 2026 dirancang Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperkuat tata kelola data di tingkat desa dan kelurahan. Program ini diarahkan untuk menghasilkan data berkualitas sebagai dasar pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BPS, Kepala Bapenda Konawe Sriany, S.E., M.Si., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Wawotobi.
Data Kelurahan Wawotobi mencatat jumlah penduduk sebanyak 1.469 jiwa. Jumlah itu terdiri atas 747 laki-laki dan 722 perempuan. Penduduk tersebut tersebar di tujuh RW dan 14 RT dengan 380 rumah tangga.
Pelaksanaan program mencakup koordinasi antara pemerintah daerah dan kelurahan, sosialisasi, identifikasi lapangan, hingga pembinaan petugas.
Kepala Bapenda Konawe Sriany, S.E., M.Si. menyampaikan laporan terkait integrasi peluncuran program dengan pemaparan hasil pengolahan data desa kepada pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.
"Dengan adanya komitmen bersama ini, kita berharap pemanfaatan data yang akurat dapat menjadi rujukan utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat," tutupnya.
Dalam arahannya, Ferdinand menekankan pentingnya komunikasi dan komitmen pimpinan wilayah dalam menyampaikan kebijakan serta mengelola data di tingkat bawah.
Hal itu disampaikannya kepada para camat, lurah, dan kepala desa dalam agenda penguatan program Desa/Kelurahan Cinta Statistik.
Ferdinand menjelaskan tiga pilar utama komunikasi efektif yang perlu dikuasai aparatur birokrasi di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan. Ketiganya adalah logos, pathos, dan ethos.
Logos (Logika dan Data) menekankan bahwa informasi kepada masyarakat harus berdasarkan data, fakta, dan logika yang kuat. Data yang akurat menjadi dasar agar informasi dapat dipercaya dan diterima masyarakat.
Pathos (Empati dan Kepedulian) mengharuskan pemimpin wilayah memiliki kepekaan terhadap fenomena dan keluhan masyarakat. Empati dinilai penting agar kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Ethos (Kredibilitas dan Etika) berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap penyampai informasi. Legitimasi jabatan tidak cukup tanpa informasi yang relevan dan berbasis fakta.
"Kalau informasi tidak berbasis data dan fakta, sulit untuk dipercaya. Apapun struktur kita, kredibilitas baru dapat dibuktikan jika logos-nya benar," tegas Ferdinand.
Tiga Misi Strategis Desa Cantik
Ferdinand juga menyoroti sejumlah kendala yang dapat menghambat keberhasilan program di tingkat desa dan kelurahan.
Menurutnya, program Desa Cantik membawa tiga misi strategis nasional yang perlu dikawal secara bersama.
Pertama, mendukung Program Satu Data Indonesia. Integrasi data nasional harus dimulai dari pendataan individu dan kewilayahan di desa serta kelurahan.
Kedua, memperkuat peran aktif aparatur desa. Aparatur tidak cukup hanya menjadi peserta pasif. Mereka harus terlibat secara nyata dalam pengelolaan data.
Ketiga, mendorong kemandirian desa. Tata kelola data perlu dibangun secara berkelanjutan. Dalam proses tersebut, BPS berperan sebagai pendamping teknis.
"Komitmen adalah langkah awal kita untuk memulai, namun konsistensi-lah yang akan menentukan keberhasilan dan menyelesaikan pekerjaan kita hingga tuntas," pungkasnya.
Ferdinand menegaskan bahwa data statistik tidak hanya berisi angka. Data harus mampu menggambarkan kondisi masyarakat dan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan.
"Statistik bukan sekadar deretan angka, melainkan cerita tentang kehidupan yang membantu kita mengambil keputusan dengan lebih bijak." tutupnya.
Penulis: Arman Tosepu, SM.
ARTIKEL TERKAIT
Sekda Konawe Dorong Data Akurat untuk Kebijakan Tepat Sasaran
Pemerintahan
•
6 hours ago
Semarak HUT ke-81 RI, Bupati Konawe Buka Malam Resepsi Kenegaraan dan Ramah Tamah
Pemerintahan
•
18 hours ago